Contoh Surat Keputusan Pengangkatan Bendahara Anggaran BOS Reguler

Situsartikel92.com, Sebuah Instansi pasti banyak melakukan persuratan, surat menyurat yang dilakukan juga bermacam-macam. Mulai dari surat perintah, surat keputusan, surat tugas, surat kuasa, surat pernyataan, surat keterangan, surat rekomendasi, dan lain sebagainya. Adapun pembahasan dalam artikel ini adalah surat keputusan (SK). SK yang dimaksud adalah Surat Keputusan Pengangkatan Bendahara Anggaran BOS Reguler.

Bendahara Sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mengembangkan Sekolah, di lihat dari tugas dan fungsinya. Dengan begitu Sekolah wajib menetapkan salah satu Pegawai yang bertugas untuk mengelola keuangan Sekolah. Berawal dari sinilah sehingga Surat Keputusan Pengangkatan Bendahara Sekolah muncul.

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap sekolah negeri dan swasta yang menerima dana BOS harus menunjuk seseorang untuk menjadi Bendahara BOS, di mana pun Anda berada. Khusus untuk sekolah umum, bendahara BOS harus berstatus ASN/PNS. Jika tidak ada guru di lembaga yang berstatus ASN/PNS, maka kepala sekolah wajib juga menjabat sebagai bendahara.

Guru yang diangkat sebagai Bendahara BOS ditetapkan dengan SK (Surat Keputusan) Bendahara BOS. Surat ini tentu berbeda dengan surat keputusan tim manajemen BOS. SK Bendahara menargetkan individu yang mengelola keuangan BOS di sekolah. Bagaimana format Surat Keputusan Bendahara BOS?

Saya yakin semua orang tahu bahwa dalam setiap dokumen bimbingan teknis yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selalu ada kata Bendahara BOS. Namun sayangnya, tidak ada contoh yang jelas mengenai format Surat Perintah Bendahara tersebut, yang dapat dijadikan acuan bagi instansi untuk menyusun Surat Perintah Bendahara tersebut.

Dasar yang kami gunakan disini adalah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 971 - 7791 Tahun 2018, yang dilampirkan sebagai contoh Surat Keputusan Bendahara BOS.

Pada butir B angka 2 surat pemberitahuan tersebut berbunyi: “Dalam rangka melaksanakan fungsi keuangan Dana BOS, atas usul Kepala SKPD yang menyelenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), Bupati/Walikota ditetapkan Bendahara Dana BOS pada Pelayanan Masyarakat (PNS) masing-masing Satuan Pendidikan dan Pendidikan Dasar Negeri yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota.”

Dari penjelasan tersebut, sebenarnya posisi bendahara BOS (khususnya sekolah negeri) ditentukan langsung oleh bupati/walikota. Namun faktanya di lapangan, masih ada masyarakat yang belum melakukannya. Oleh karena itu, sekolah harus membuat anggaran keuangan sendiri untuk keperluan administrasi atau untuk menghimpun dana BOS di bank.

Berikut ini kami akan membagikan contoh Surat Keputusan Bendahara BOS dari Surat Edaran Rumah Dinas tersebut di atas. Anda dapat mengunduhnya melalui tautan di bawah ini:

>>> Contoh Surat Keputusan Pengangkatan Bendahara Sekolah <<< 

Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel pada situs www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.

Jawaban Tugas Kuliah Modul Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial


1. Definisi IPS adalah suatu penyederhanaan dan penyaringan terhadap ilmu-ilmu sosial, yang penyajiannya di sekolah di sesuaikan dengan kemampuan guru dan daya tangkap peserta didik. Selain itu, IPS adalah suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah sosial. IPS juga merupakan bidang studi dimana ruang lingkupnya cukup luas.

2. Perbedaan penyajian IPS pada tingkat dan jenjang adalah pada tingkat IPS lebih bersifat multidimensional, yaitu meninjau suatu gejala atau masalah sosial dari berbagai dimensi atau aspek kehidupan. Sedangkan pada jenjang IPS lebih dikenal sebagai studi sosial. IPS atau studi sosial ini merupakan perpaduan dari berbagai bidang keilmuan ilmu sosial. Selain itu, studi sosial memiliki perbedaan yang prinsipil dengan ilmu-ilmu sosial.

3. Nilai-nilai yang perlu dikembangkan adalah :
1. Nilai Edukatif
2. Nilai Praktis
3. Nilai Teoritis
4. Nilai Filsafat
5. Nilai Ketuhanan

4. Yang dimaksud berkembang dan kontinu melalui pendekatan yang konprehensif adalah berkembang adalah perkembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yang hanya mampu dicapai melalui pembaruan pendidikan IPS sesuai dengan perkembangang ilmu dan teknologi, serta pola modernisasi kehidupan masyarakat, serta perkembangan dunia internasional dengan globalisasinya. Sedangkan kontinu adalah perkembangan pembelajaran yang merupakan perpaduan dari beberapa bidang keilmuan ilmu sosial, dengan tujuan memenuhi ingatan pengetahuan para peserta didik dengan berbagai fakta dan materi.

5. Pembelajaran bertahap yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan sikap dan kemampuan peserta didik. Ragam pembelajarannya pun harus di sesuaikan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan secara formal, proses pembelajaran dan membelajarkan itu terjadi di sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembelajaran berkesinambungan yaitu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat usia peserta didik masing-masing. Misalnya, masyarakat yang menjadi objek formal pembelajaran di mulai dari keluarga, para tetangga, kempung, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan seterusnya. Sedangkan yang menjadi objek materialnya, meliputi aspek-aspek kehidupan sosial ekonomi, budaya, sejarah, geografi, politik, tata negara dan lainnya.

Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel pada situs https://www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.

Rangkuman Modul 4 : Konsep Dasar Sejarah

Munculnya kolonialisme Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, jika dirinci ada dua faktor, internal dan eksternal. Faktor eksternal yang melatarbelakangi kedatangan Portugis di Asia Tenggara khususnya Indonesia sangat erat kaitannya dengan apa yang terjadi di Eropa, antara lain jatuhnya Konstantinopel ke Turki, berkembangnya kesadaran renaisans, kemajuan teknologi, dan terjadinya Eropa. Perjanjian Tordesillas ditandatangani oleh Paus Alexander VI.

Setelah Portugis muncul di Indonesia, Spanyol, Inggris, Belanda dan Jepang muncul silih berganti. Pada dasarnya negara-negara yang menjajah Indonesia memiliki ciri yang sama yaitu ingin menguasai dan menindas rakyat melalui monopoli perdagangan, pajak, kerja paksa.

Dari negara-negara di atas, Belanda menjajah Indonesia paling lama selama hampir 350 tahun. Belanda datang ke Indonesia sehubungan dengan Perang Delapan Puluh Tahun negara mereka. Sementara itu, Belanda berupaya menjadikan Indonesia sebagai sumber rempah-rempah, komoditas yang mahal dan menggiurkan saat itu. Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dan anak buahnya mendarat di Banten. Setelah hal ini, pengusaha Belanda datang langsung ke Indonesia, yang menciptakan persaingan di antara pengusaha Belanda, dan akhirnya membentuk VOC dengan hak dan kewajiban di luar statusnya sebagai badan perdagangan.

Maklum, VOC akhirnya memikul beban yang sangat berat, sementara saingannya, seperti Inggris dan Prancis, semakin kuat, sementara korupsi berkembang di dalam VOC, semakin melemahkan posisi VOC. Akhirnya pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan.

Akhirnya, kita memasuki abad ke-20 dengan pengalaman menyakitkan yang kemudian dijadikan cermin perjuangan gerakan nasional. Berkat kearifan pengalaman sejarah, perjuangan pergerakan nasional akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Bagi tokoh-tokoh pergerakan nasional, munculnya kesadaran perjuangan nasional disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tekanan, penindasan, diskriminasi dan perlakuan tidak adil dalam bangsa Indonesia oleh pemerintah kolonial. Bangkit untuk takdir nasionalnya dan kebangkitan nasional di Filipina, Gerakan Rakyat India, Gerakan Turki Muda, Gerakan Rakyat Cina dan perjuangan rakyat Mesir, dan kemenangan Jepang atas Rusia.

Ciri dari pergerakan nasional Indonesia adalah lahirnya organisasi-organisasi regional dan nasional. Budi Utomo adalah pelopor lahirnya organisasi tersebut di Indonesia. Budi Utomo lahir untuk sejajar dengan negara-negara maju lainnya, memperjuangkan nasib bangsa dan bangsa Indonesia yang hidup dalam keterbelakangan. Setelah Budi Utomo lahir, organisasi-organisasi politik dan sosial mengikuti, masing-masing dengan ciri perkembangan organisasinya sendiri-sendiri, tetapi pada dasarnya semua organisasi yang lahir pada waktu itu memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia.

Kesamaan tujuan ini umum terjadi di antara partai-partai politik, seperti Aliansi Islam, Partai India, Persatuan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, Pelindra, dan Partai Kapi. Namun, pada masa pendudukan Jepang, semua partai ini digantikan oleh organisasi yang dibuat dan dikendalikan oleh pemerintah Jepang sendiri.

Perjuangan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak kalah dengan perjuangan kemerdekaan. Berbagai ujian telah dihadapi bangsa Indonesia sejak teks pengumuman itu dibacakan. Cobaan ini datang dari dalam Indonesia maupun dari negara lain. Dalam membela Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa diuji.

Bentrokan dengan tentara Jepang yang masih merasa sebagai penguasa dan kedatangan Sekutu menjadi isu utama. Jika misi Sekutu dilakukan sebagaimana diatur dalam dokumen perjanjian, sebenarnya tidak akan menimbulkan konflik dengan para pejuang Indonesia. Kedatangan tentara Belanda di belakang Sekutu menyulut situasi, menyulut perang, dan menggerogoti kemerdekaan dan kedaulatan negara.

Perjuangan diplomatik yang dilakukan oleh rakyat Indonesia memberikan titik terang bagi penyelesaian sengketa secara damai, meskipun isi perjanjian tersebut sebagian besar merugikan pihak Indonesia. Namun, selama perundingan berlangsung, tentara Belanda terus menekan pihak Indonesia dengan mengobarkan perang, seperti agresi militer pertama dan kedua terhadap wilayah Republik Indonesia.

Sebagai hasil perjuangan yang gigih, perwakilan pemerintah kita berhasil memperoleh pengakuan kedaulatan dalam bentuk negara kesatuan melalui KMB pada tanggal 27 Desember 1949.

Untuk penyelenggaraan negara RIS digunakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1949 yang berlaku di seluruh wilayah RIS, sedangkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (Yokyakarta), UUD 1945 tetap digunakan sebagai dasar negara. konstitusi. 

Setelah beberapa bulan berjalan, muncul bentrokan politik antar negara yang berharap bersatu dengan RI Yokyakarta untuk membentuk satu bangsa lagi, beberapa di antaranya dipengaruhi oleh pengeluaran untuk terus bertahan sebagai negara.

Dalam rangka menjaga demokrasi dan menyatukan perbedaan ideologi, pemilihan umum pertama diadakan pada tahun 1955 untuk memilih anggota dan anggota Republik Rakyat Demokratik Korea dengan tugas utama merancang dan merumuskan konstitusi nasional baru. 

Pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Sukarno memerintahkan pemberlakuan kembali UUD 1945, dengan keyakinan bahwa para pemilih tidak dapat melaksanakan tugas utamanya. Dari periode ini ideologi komunis dapat tumbuh subur, dan bencana nasional G30S/PKI terjadi karena dukungan rakyat Indonesia terhadap Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan tonggak sejarah awal pemerintahan orde baru. 

Sisi positifnya, pemerintahan ini telah mampu mencapai stabilitas politik dan ekonomi yang mapan, namun pelaksanaan demokrasi terasa artifisial dan merintis gerakan mahasiswa, telah terjadi tatanan reformasi (pembaruan) dalam segala aspek kehidupan Indonesia dengan langkah-langkah konkrit, yaitu amandemen UUD 1945 sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia yang telah menempuhnya dengan belajar dari pengalaman masa lalu.

Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel pada situs https://www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.

Jawaban Tugas Kuliah Modul Keterampilan Berbahasa Indonesia Sekolah Dasar

Latihan (1)

  • Pendapat saya, semua masalah bisa untuk dijadikan perbincangan tidak ada salahnya, apalagi masalah yang merupakan kepentingan bersama, itu perlu karena negara kita ini adalah negara demokrasi setiap orang berhak untuk mengutarakan pendapat, gagasan serta ide. Contoh masalah yang sangat sering kita dengar menjadi perbincangan adalah pileg, pilgup dan pilpres. Itu semua yang akan menjadi perbincangan yang sangat besar untuk masyarakat karena menyangkut kemajuan negara. 

  • Salah satu contoh persoalan sipil militer, mengapa masyarakat masih terlalu riskan untuk memperbincangkan masalah tersebut padahal hal itu juga termasuk masalah negara ? karena masyarakat kita masih melihat bahwa masih terjalin keharmonisan antara militer dengan masyarakat yang ada di sekitarnya. Perlu kita pahami bahwa militer adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Bahkan yang menjadi militer adalah seluruh rakyat yang sedang bertugas sebagai kekuatan bersenjata untuk membela negara. Berdialog, karena fungsi utama dialog adalah bertukar pikiran, mencapai mufakat atau merundingkan suatu masalah. Berdialog dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan bahkan tentang apa saja. Berdialog dapat dilakukan sepanjang waktu bisa pagi, sore, bahkan malam.

  • Hal-hal yang membedakan musyawarah dengan diskusi. (a). Dalam musyawarah ada istilah Voting, sedangkan dalam diskusi tidak ada. (b). Dalam musyawarah dipimpin oleh pinpinan sidang sedangkan dalam diskusi dipimpin oleh moderator. (c). Dalam musyawarah kesimpulan diambil dari perpaduan dari beberapa pendapat. Sedangkan diskusi kesimpulan diambil dari alasan yang masuk akal.

  • Musyawarah merupakan suatu sistem pengambilan keputusan yang melibatkan banyak orang dengan mengakomodasi semua kepentingan sehingga tercipta satu keputusan yang di sepakati bersama dan dapat dijalankan oleh seluruh peserta yang mengikuti musyawarah. Selain itu, musyawarah dapat digunakan untuk mendapatkan solusi untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup bermasyarakat. Dengan musyawarah pengetahuan dan wawasan akan bertambah, serta melatih argumen.

  • Dalam musyawarah dapat dilakukan sesuai dengan karakteristik masyarakat itu sendiri, ciri lain dari musyawarah yaitu bersifat kekeluargaan. Sedangkan diskusi hampir sama dengan musyawarah adalah suatu pertukaran pikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Dalam diskusi proses kesimpulan di laksanakan berdasarkan alasan yang masuk akal. Selain itu, kesimpulan diambil dari banyaknya persamaan pendapat.

  • Cara mempersiapkan diri untuk berpidato. a. Menyiapkan bahan untuk pidato. b. Membuat naskah pidato. c. Pemilihan cara berpidato (metode naskah) d. Memerlukan latihan.

  • Langkah-langkah pidato yang menarik perhatian pendengar adalah :

1. Langsung menyebutkan pokok persoalan. 
2. Melukiskan latar belakang masalah
3. Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yeng tengah menjadi pusat perhatian khalayak.
4. Menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati.
5. Menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato.
6. Menghubungkan dengan suasana emosi yang tengah meliputi khalayak.
7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah yang terjadi di masa lalu.
8. Menghubungkan dengan kepentingan vital pendengar.
9. Memberi pujian kepada khalayak atas prestasi mereka. 
10. Memulai dengan pertanyaan yang mengejutkan. 
11. Mengajukan pertanyaan provokatif dan serentetan pertanyaan.
12. Menyatakan kutipan. 
13. Menceritakan pengalaman pribadi. 
14. Mengisahkan cerita faktual, fikir atau situasi hipotesis. 
15. Menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya. 
16. Membuat humor.

Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel pada situs https://www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.




Transformasi Literasi Keuangan Digital: Analisis Strategis Pengelolaan Finansial di Era Ekosistem Digital Indonesia

Paradigma Baru Literasi Keuangan dalam Arsitektur Ekonomi Digital Indonesia tengah berada di titik puncak transformasi digital yang mengubah...