- 1. Orang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa ia menulis, menulis atau mengarang memang memerlukan waktu, energi, pikiran, dan perasaan. sebenarnya, banyak hal yang dapat dilakukan dengan /dan diperoleh dari menulis. contohnya pada zaman kemerdekaan, hasil tulisan Soekarno dapat membakar semangat nasionalisme menentang penjajahan. Zaman pergolakan Mohamad, tulisan mampu membakar dan membangkitkan semangat orang untuk menghadapi kezaliman penguasa.
- Orang enggan menulis karena merasa tidak berbakat dalam menulis, karena menulis merupakan sebuah kemahiran, maka penguasaannya memerlukan proses belajar dan latihan yang sistematis dan terus-menerus.
- Orang enggan menulis karena merasa tidak tahu bagaimana menulis, pengetahuan karang-mengarang, tetapi proses belajar yang dialaminya kurang memicu minat dan memberinya pengalaman yang bermakna untuk menulis secara kreatif berbagai corak karangan. beberapa hal yang mempengaruhi karena kurangnya masukan atau balikan yang memadai dari pembaca.
| No. | Aspek | Karangan Ilmiah | Karangan Sastra |
| 1 | Sasaran pembaca |
Kelompok yang memiliki minat dan latar belakang pengetahuan tertentu.
| Kelompok Umum |
| 2 | Tujuan | Menjelaskan atau mempengaruhi pendapat orang lain berdasarkan bukti atau teori tertentu yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah. | Menghibur, mendidik, dan/atau mempengaruhi pendapat orang lain melalui kekuatan estetika bahasa. |
| 3 | Isi | Pengetahuan yang berisi bukti-bukti empirik, pemikiran, atau kajian teoritis, yang bersifat objektif. | Realita kehidupan nyata atau khayalan, dan besifat subjektif. |
| 4 | Bahasa | Lugas, kata-kata/istilah teknis (keilmuan), dan taat asas dalam pemakaian kaidah bahasa perbedaan penafsiran antarpembaca atas isi karangan dihindari. | Banyak kata konotatif dan jika perlu kaidah bahasa dapat dilanggar. Memanfaatkan kekuatan kata-kata dan perangkat bahasa lainnya untuk membangkitkan daya imajinasi pembaca. Perbedaan penafsiran antar-pembaca atas isi karangan diperbolehkan. |
| 5 | Penyajian | Mengikuti pola sajian tertentu. Struktur karangan terdiri atas: pendahuluan, isi (termasuk pembahasan), simpulan/rekomendasi, dan daftar pustaka. Paparan: dilengkapi dengan gambar atau piktorial (chart, diagram, tabel) dan/atau sumber kutipan pendapat ahli untuk mendukung/menolak suatu gagasan. | Pola saji relatif bebas tergantung tipe karya sastra dan kreatifitas penulis. Dalam struktur karangan tidak ada simpulan/rekomendasi eksplisit dan daftar pustaka. dapat dilengkapi dengan gambar. |
