Situsartikel92.com, Istilah Ilmu Pengetahuan sosial (IPS) dan keberadaannya dalam kurikulum
persekolahan di Indonesia tidak lepas dari perkembangan dan keberadaan Social
Studies (Studi Sosial) di Amerika Serikat.oleh karenanya gerakan dan paham
social studies di Amerika Serikat banyak mempengaruhi pemikiran mengenai Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia.
Studi sosial atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bukan merupakan suatu bidang
keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang
pengkajian tentang gejala dan masalah sosial. Dalam kerangka kerja pengkajian
studi sosial menggunakan bidang-bidang keilmuan, termasuk bidang-bidang ilmu
sosial.
Pendekatan yang digunakan studi sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
sangat berbeda dengan pendekatan yang biasa digunakan dalam Ilmu Sosial.
Pendekatan Studi Sosial atau IPS bersifat Interdisipliner atau bersifat
Multidisipliner dengan menggunakan berbagai bidang keilmuan.
Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Sosial (social studies)
bersifat disipliner dari bidang ilmunya masing-masing. Demikian pula pada
tingkat dan taraf yang lebih rendah pendekatan studi Sosial atau IPS lebih
bersifat Multidimensional, yaitu meninjau satu gejala atau masalah sosial dari
berbagai dimensi atau aspek kehidupan.
Konsep-konsep yang memiliki dasar pengertian pada suatu bidang ilmu sosial
disebut sebagai konsep dasar. Konsep-konsep dasar ini merupakan cakupan dan
ruang lingkup pengembangan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Ilmu-ilmu Sosial merupakan salah satu
sumber dari pengembangan materi pembelajaran IPS bagi kepentingan pendidikan
di sekolah maupun penguruan tinggi, di samping bidang-bidang teknologi,
komunikasi, transportasi, dan lainnya.
Berdasarkan uraian dan pembahasan konsep-konsep dasar pada kegiatan belajar 1,
dapat dikemukakan butir-butir rangkuman sebagai berikut :
Dalam pendidikan IPS, pembinaan konsep merupakan salah satu strategi mengajar
dan membelajarkan yang bermakna, terutama dalam pembinaan serta pengembangan
SDM generasi muda yang memiliki kemampuan konseptual di masa yang akan datang.
Secara teoritik konseptual, suatu konsep dasar dengan konsep dasar yang lain
dapat dipisahkan. Namun, dalam proses berfikir yang integratif tersebut
berkaitan satu sama lain. Konsep geografi erat hubungannya dengan
konsep-konsep antropologi, dan psikologi sosial, serta demikian seterusnya.
Konsep-konsep dasar perhatian, minat, kesadaran, dan penghayatan, memiliki
makan afektif yang mendasar pada pembinaan dasar kepribadian peserta didik.
Oleh karena itu, guru, khususnya guru IPS memiliki kedudukan, peranan dan
fungsi strategi dalam menekankan serta membina konsep-konsep tadi.
Secara alamiah, persediaan dan penyediaan sumber daya ada dalam keterbatasan,
bahkan ada yang langka.di pihak lain, pemenuhan kebutuhan oleh manusia
cenderung tak terbatas. Oleh karena itu, dalam kenyataan terjadi kesenjangan.
Pengembangan dan penerapan asas efektif, efisien, dan produktif dalam kegiatan
ekonomi, menjadi salah satu landasan yang wajib mendapat perhatian segala
pihak.
Sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-undang dasar 1945, salah satu
asas perekonomian yang cocok dengan kehidupan bangsa Indonesia yang
ber-Pancasila adalah kekeluargaan. Oleh karena itu, koperasi merupakan salah
satu kegiatan usaha yang dapat menjamin kehidupan masyarakat yang banyak di
Indonesia.
Namun demikian, penyelenggaraan, penanganannya dan pengolahannya masih
menuntut SDM yang profesional. Dengan demikian, untuk mencapai keberhasilan
dalam tujuan koperasi optimal, wajib diperhatikan persyaratan SDM
pengelolanya.
Ilmu Politik adalah salah satu bidang Ilmu sosial, ruang lingkup kajiannya
adalah penyelenggaraan kehidupan Negara dan pelaksanaan pemerintah dengan
seluk beluk serta persoalannya. Oleh karena itu, untuk memahami dan menghayati
proses penyelenggaraan pemerintah, serta untuk mampu untuk menjadi warga
Negara yang baik, wajib mempelajarai dasar-dasar ilmu politik.
Pemerintah sebagai aparat penyelenggara kehidupan Negara, menyangkut
perangkat-perangkat kekuasaan, kepemimpinan, perundang-undangan, dan
kelembagaan. Untuk memahami hakikat pemerintah dengan segala kegiatan dan
persoalannya, kita wajib mempelajari konsep-konsep dasar ilmu politik dan
pemerintahan.
Kepribadian sebagai suatu konsep dasar psikologi, merupakan suatu perpaduan
potensi, kemampuan dan aset diri tiap individu yang menjadi jati diri
masing-masing. Pengembangan dan pembinaan kepribadian peserta didik menjadi
SDM yang handal, merupakan tugas dan kewajiban guru, khususnya guru IN yang
perlu dijadikan panggilan diri guru masing-masing.
Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di
tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat
pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel
pada situs
www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena
akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.