PERMAINAN BOLA BESAR

A. Mengenal Permainan Bola Besar

Permainan sepak bola, basket, dan voli yang kamu mainkan termasuk dalam permainan bola besar. Permainan bola besar dimainkan secara berkelompok, membutuhkan lapangan besar untuk bermain. 

1. Permainan Sepak Bola

Sepak bola adalah olahraga favorit di Indonesia bahkan didunia. Permainan sepak bola dimainkan oleh dua regu. setiap regu salign berebut untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Regu yang banyak mencetak gol paling banyak, keluar sebagai pemenang. Lama pertandingan sepak bola 2 x 45 menit.Pertandingan di pimpin oleh wasit dan dibantu oleh dua hakim garis.

berikut ini perlengkapan permainan sepak bola.
  1. Panjang lapangan 100-110 meter
  2. Lebar 64-75 meter.
  3. Bola dibuat dari kulit dengan berat 196-453 gram dan keliling 68-71 cm
2. Permainan Bola Voli

Bola voli merupakan olahraga yang dimainkan dua regu yang berlawanan. Masing-masing regu terdari dari 6 pemain. Regu yang berhasil mencetak nilai 25 lebih awal adalah pemenangnya. Teknik dasar yang harus kamu kuasai untuk bermain bola voli adalah memukul dan mengoper bola. Perlengkapan bola voli. 
  1. Panjang lapangan permainan bola voli adalah 18 meter dan lebarnya 9 meter.
  2. Keliling bola 65-67 cm dan berat 260-280 gram
  3. Tinggi Net putra 2,44 meter dan net Putri 2,24 meter
3. Permainan Bola Basket

Bola basket merupakan permainan olahraga berkelompok. Masing-masing regu beranggotan 5 orang pemain. Setiap regu berusaha menciptakan angka dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Permainan bola basket terdiri dari 2 babak, setiap babak dilakukan selama 20 menit. Berikut perlengkapan permainan bola basket :
  1. Panjang lapangan 28 meter
  2. Lebar lapangan 15 meter
  3. Tinggi keranjang 2,75 meter
  4. Diameter keranjang 45 cm.

KOMBINASI GERAK DASAR LOKOMOTOR, NONLOKOMOTOR, DAN MANIPULATIF, PADA PERMAINAN BOLA BESAR

A. Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif pada Permainan Sepak Bola.
Gerakan dalam permainan sepak bola tersebut dapat dibedakan menjadi gerak lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Kombinasi gerakan merupakan gabungan dari beberapa gerak dasar yang dilakukan menjadi satu rangkaian gerakan.

Kombinasi gerakan lokomotor dan manipulatif pada permainan sepak bola. Kombinasi gerakan ini harus kamu kuasai untuk mendukung kualitas permainan. Contoh kombinasi gerak lokomotor dan manipulatif pada permainan sepak bola adalah sebagai berikut :

Kombinasi gerak berlari, melompat, dan menyundul bola. Kombinasi gerakan ini biasanya dilakukan oleh pemain untuk menyundul bola atau merebut bola lambung. Kombinasi ini dilakukan dengan cara berlari terlebih dahulu. Bersamaan bola datang secara melambung, tolakkan salah satu kaki ke atas. untuk lebih jelasnya perhatikan langkah-langkah kombinasi gerak berlari, melompat dan menyundul sebagai berikut :
    Berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinanmu. Kemudian lakukan gerak pemanasan.
      Ambil ancang-ancang untuk melompat dengan cara berlari sekitar 10-15 meter. 
        Sesuaikan kecepatan larimu dengan lompatanmu. Perhatikan pula arah datangnya bola. 
           Kemudian melompatlah dengan menolakkan salah satu kakimu ke atas. 
            Mendaratlah dengan kedua kakimu dengan cara menekuk sedikit kedua lututmu.  

            Kombinasi gerak berlari, melompat, dan menangkap bola. Gerak meloncat hampir sama dengan gerak melompat. Perbedaan yang mendasar adalah melompat dilakukan dengan salah satu kaki terkuat. Sementara gerak meloncat dilakukan dengan kedua kaki secara bersamaan. Kombinasi ini sangat penting bagimu untuk mendukung penguasaan bola.

            Kombinas gerak berlari dan menggiring bola. Menggiring bola adalah gerakan membawa bola dengan kaki menuju daerah pertanan lawan. Menggiring bola dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki. Adapun latihan kombinasi gerak tersebut sebagai berikut :
              Berdiri dengan posisi kaki kanan didepan dan kaki kiri dibelakang. 
                Bola berada di kaki kanan dan kedua lengan menjaga keseimbangan. 
                  Bola didorong ke arah depan secara perlahan menggunakan kaki bagian dalam, luar dan punggung kaki. 
                    Saat bola berada di depan segera menyusul dengan cara berlari. 
                      Kedua kaki harus selalu dekat dengan bola supaya tidak mudah direbut lawan.

                      Kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif pada permainan sepak bola. Kombinasi gerakan ini di awali dengan berjalan sambil memegang bola. Bola dapat dipegang baik dengan 1 tangan atau 2 tangan. Lecutkan tangan ke depan untuk melempar bola. Supaya lebih terampil melakukan kombinasi gerakan ini, lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
                        Berjalanlah beberapa langkah ke depan. 
                          Kedua tangan berada di belakang atas kepala. 
                            Pandangan lurus ke depan dan kedua kaki dibuka sedikit dengan posisi sejajar. 
                              Condongkan badan ke belakang 
                                Lemparkan bola ke arah teman diikuti lecutan badan. 
                                  Bersamaan lemparan salah satu kaki ditarik ke depan 

                                  Tubuh di condongkan kebelakang bertujuan sebagai ancang-ancang lemparan, agar lemparan jauh dan terarah.

                                  Penyebaran COVID di Sekolah Dasar Mungkin Diremehkan

                                  Sekolah dasar berpotensi berkontribusi signifikan terhadap penyebaran COVID-19, karena anak-anak belum bisa menerapkan protokol kesehatan secara mandiri di bandingkan orang dewasa. Hal itu dapat di lihat dari beberapa kasus positif COVID di kalangan anak-anak.

                                  Sebuah penelitian di Belgia yang memantau kejadian COVID-19 di komunitas sekolah dasar menemukan sebagian besar infeksi terkait kembali ke sekolah, dan anak-anak dinyatakan positif terkena virus pada tingkat yang sama dengan orang dewasa.

                                  Temuan ini tidak sesuai dengan data sebelumnya yang menunjukkan insiden COVID-19 yang lebih rendah di antara anak-anak, dan menunjukkan anak-anak mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam penularan SARS-CoV-2 dari pada yang diperkirakan sebelumnya, kata penelitian yang diterbitkan di JAMA Network Open.

                                  Studi Kohort terhadap 63 anak-anak dan 118 orang dewasa menemukan bahwa anak-anak secara signifikan lebih mudah terkena virus tanpa gejala dari pada orang dewasa, yang berarti mereka bisa menjadi pembawa virus secara diam-diam. Mereka juga cenderung sakit untuk waktu yang lebih singkat.

                                  “Kemungkinan peran anak-anak dalam penularan SARS-CoV-2 dan tingkat infeksi di antara anak-anak mungkin diremehkan karena anak-anak lebih sering tanpa gejala,” kata para peneliti.

                                  “Rekonstruksi wabah mengungkapkan bahwa sebagian besar peristiwa penularan terjadi antara guru dan antara anak-anak di sekolah. Dari kejadian penularan rumah tangga yang diamati, sebagian besar tampaknya berasal dari anak atau guru yang tertular infeksi di sekolah,” kata mereka.

                                  Para peneliti mengatakan memahami kemungkinan peran anak-anak dalam penularan SARS-CoV-2 penting dalam mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk mengurangi penyebaran virus sambil tetap membuka sekolah.

                                  Keterbatasan Studi

                                  Penelitian ini bersifat kecil dan observasional sehingga tidak dapat membuktikan sebab dan akibat. Penelitian ini juga dilakukan sebelum vaksinasi pada orang dewasa yang ada di mana-mana, varian Delta yang lebih menular tiba di Eropa, Asia, dll.

                                  Cara untuk mengurangi penyebaran COVID di sekolah

                                  1. Vaksinasi

                                  Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit menular, tetapi di banyak negara anak usia sekolah dasar tidak memenuhi syarat. Jadi, penting bagi orang dewasa dan anak yang lebih tua yang memenuhi syarat untuk divaksinasi untuk mengurangi penularan. Pengurangan penularan melalui vaksinasi terjadi dengan mengurangi jumlah orang yang terkena COVID sejak awal, jika ada infeksi massal, hal ini dapat mengurangi lamanya waktu mereka untuk menularkan virus COVID ini.

                                  2. Masker

                                  Banyak sekolah di seluruh dunia mendorong pemakaian masker atau memiliki mandat masker, di mana jarak fisik tidak memungkinkan. Tidak ada data yang cukup tentang efektivitas masker pada anak kecil, tetapi bukti menunjukkan bahwa masker memang mengurangi kasus COVID dan kematian pada orang dewasa.

                                  Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pemakaian masker pada anak berusia di atas lima tahun jika ada penularan komunitas yang intens.

                                  3. Kebersihan

                                  Anak-anak dan staf sekolah perlu menjaga dasar-dasar mencuci tangan atau sanitasi secara teratur, jika batuk atau bersin harus melakukan lekukan pada lengan sebagai salah satu pencegahan menyebarnya partikel kecil dari mulut dan hidung. Pembersihan harian dan disinfeksi lingkungan dan permukaan sekolah juga harus dilakukan.

                                  4. Tetap di rumah jika Anda sakit

                                  Pengujian dalam berbagai bentuk telah dipraktikkan dengan cara yang berbeda di sekolah-sekolah di seluruh dunia. WHO merekomendasikan sekolah untuk memberlakukan siswa dan staf untuk tinggal di rumah jika mereka tidak sehat dan memastikan siswa yang telah melakukan kontak dengan kasus COVID tinggal di rumah selama 14 hari.

                                  5. Ventilasi

                                  Jika memungkinkan, anak-anak harus dipisahkan setidaknya 1 meter di ruang kelas, kata WHO, dan ventilasi yang baik sangat penting.

                                  “Ventilasi alami yang bersih (yaitu, membuka jendela) harus digunakan di dalam gedung jika memungkinkan, tanpa sirkulasi ulang udara. Jika sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara digunakan, mereka harus diperiksa, dirawat, dan dibersihkan secara teratur.”

                                  CONTOH PTK (BAGAIMANA PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR KERANGKA MANUSIA DAN ALAT PANCA INDRA DI KELAS IVC SD NEGERI 002 MUARA KOMAN TAHUN AJARAN 2009/2010


                                  hay Sahabat Blogger, salam jumpa dan salam persahabatan buat teman-teman yang sudah berkunjung ke blog ini. Postingan kali ini adalah sebuah Karya Penelitian Tindakan Kelas yang sudah masuk ke sistem daring Universitas Terbuka. Admin melakukan post ini adalah bertujuan untuk membantu teman-teman yang membutuhkan referensi untuk penyusunan PTK masing-masing.

                                  Jika berminat silahkan cek filenya terlebih dahulu agar kiranya teman-teman tidak keliru dalam memilih PTK. 
                                  Tunggu beberapa detik contoh file akan muncul

                                  Transformasi Literasi Keuangan Digital: Analisis Strategis Pengelolaan Finansial di Era Ekosistem Digital Indonesia

                                  Paradigma Baru Literasi Keuangan dalam Arsitektur Ekonomi Digital Indonesia tengah berada di titik puncak transformasi digital yang mengubah...