Contoh Makalah Penanggulangan Kemiskinan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemiskinan menjadi salah satu masalah di Indonesia sejak dulu hingga sekarang apalagi sejak terhempas dengan pukulan krisis ekonomi dan moneter yang terjadi sejak tahun 1997. Kemiskinan sering kali dipahami sebagai gejala rendahnya tingkat kesejahteraan semata padahal kemiskinan merupakan gejala yang bersifat komplek dan multidimensi. Rendahnya tingkat kehidupan yang sering sebagai alat ukur kemiskinan pada hakekatnya merupakan salah satu mata rantai dari munculnya lingkaran kemiskinan.
SOAL LATIHAN BAHASA INDONESIA KELAS 3 SD dan MI
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Pertanyaan :
1. Pergilah ke Puskesmas. Temuilah kepal Puskesmas. Jelaskan maksud kedatanganmu. Mintalah penjelasan tentang hal-hal yang diperlukan.
Urain diatas merupakan penjelasan ....
- Wawancara dengan kepala puskesmas
- Petunjuk melakukan sesuatu
- Petunjuk untuk mencari lamat seseorang
- Petunjuk menggunakan obat
2. Ani membeli obat di apotek. Ia menyerobot antrean orang lain. Pada saat itu Ani memang tergesa- gesa karena ditunggu ayahnya di mobil.
Pendapat yang tepat untuk menanggapi tindakan Ani adalah.....
- Ani benar karena sudah ditunggu ayahnya.
- Tindakannya wajar karena ibunya sedang sakit.
- Saya setuju karena ia sedang tergesa-gesa.
- Tindakan Ani kurang baik karena dapat membuat kacau keadaan.
3. Penggunaan tanda koma yang tepat terdapat pada kalimat .....
- Hai, aku, akan kerumahmu, besok pagi.
- Ibu ke pasar membeli gula, garam, dan minyak.
- Dina dan Ani, akan pergi ke stasiun.
- Siapa, nama anak itu ?
4. Tempat pemberhentian kereta api disebut stasiun. Keadaan stasiun sangat ramai. Di stasiun banyak kereta api.
Bagaimana keadaan stasiun? Jawaban yang tepat adalah.....
- Tempat pemberhentian kereta api disebut stasiun.
- Keadaan stasiun sangat ramai.
- Di stasiun banyak kereta api.
- Stasiun adalah tempat untuk membeli tiket.
5. Kalimat yang merupakan pendapat adalah....
- Menurutku, mengebut di jalan raya sangat berbahaya.
- Buanglah sampat di tempat tersedia.
- Ayah naik kereta api ke Jakarta.
- Alangkah baiknya jika kamu belajar setiap hari.
6. Kalimat yang berhubungan dengan tempat umum adalah ....
- Ayah membaca koran di teras.
- Ibu berbelanja di Pasar.
- Anita sedang tidur di kamar.
- Beni bermain di halaman.
7. Kalimat yang tidak berhubungan dengan tempat umum adalah ....
- Kakek menunggu bus di halte.
- Koko menabung di Bank.
- Nenek membeli oleh-oleh di dekat terminal.
- Mila menggosok gigi di kamar mandi.
8. Jika kita akan bepergian naik kereta api, kita harus menuju .....
- Terminal
- Pelabuhan
- Bandar udara
- Stasiun
9. Pasar, Stasiun, dan rumah sakit adalah termasuk tempat .....
- Rekreasi
- Umum
- Belanja
- Berobat
10. Untuk menyembuhkan sakit ayah, ibu membeli obat di ....
- Pasar
- Restoran
- Apotek
- Terminal
CERITA DAERAH KRAYAN BAGIAN 3
PESTA SETELAH MEMBUNUH HARIMAU
ISTANA/RUMAH JADI BATU
Print PDF
Setelah berhasil membunuh induk harimau beserta anaknya, Moyang dan Goya meminta kepada masyarakat yang ikut bersamanya pada saat itu untuk membelah perut dan mengeluarkan isinya dan mengambil daging dan kulit di bawa pulang kerumah.
Menurut masyarakat yang berada disekitar daerah tersebut, tampak sebuah keanehan setelah membelah perut harimau dan di dapati 3 buah empedu dan hati yang bergelombang. Sejak nenek moyang mereka belum ada menemui kelainan karena sudah sering dan banyak binatang yang mereka potong dan makan, belum pernah didapati kelainan seperti itu terutama pada hati harimau yang bergelombang. Melihat kelainan dan keganjilan pada hati binatang tersebut, lalu diputuskan untuk diambil dan digantung di serambi depan rumah untuk diperlihatkan kepada tetua-tetua kampung guna meramalkan bagaimana nasib masyarakat di daerah ini ke depannya.
Daging harimau yang dibawa pulang tadi lalu direbus dalam wajan/kuali besar sampai mendidih, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari daging harimau yang direbus tadi dan berkata "Boro-Boro Muyuh", yang artinya "Larilah kamu dari sini". Mendengar hal tersebut justru masyarakat semakin bersemangat dan berteriak kalau musuh mereka sudah kalah. karena keselamatan yang mereka peroleh yaitu dengan berhasilnya membunuh musuh mereka yaitu sang harimau.
Untuk merayakan kemenangan, masyarakat mengadakan pesta pora selama 1 minggu di kampung dengan memakan daging harimau yang telah masak, dan ratusan tempayan yang berisi arak yang mereka minum sambil menari.
HUJAN TIADA HENTI
Saat pesta berlangsung dan suasana begitu ramai, saat itu pula hujan mulai turun tiada henti selama 1 minggu pula, dari pagi sampai malam. Selama hujan tersebut tidak disangka-sangka melihat keanehan lainnya yaitu kodok-kodok yang berada di sungai pun naik kerumah dengan bergandengan tangan. Melihat hujan yang tiada henti, kemudian Moyang dan Goya memutuskan untuk naik ke atas bumbung/atap rumah sambil memukul gong yang mereka miliki dengan harapan hujan bisa berhenti.
Daging harimau yang dibawa pulang tadi lalu direbus dalam wajan/kuali besar sampai mendidih, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari daging harimau yang direbus tadi dan berkata "Boro-Boro Muyuh", yang artinya "Larilah kamu dari sini". Mendengar hal tersebut justru masyarakat semakin bersemangat dan berteriak kalau musuh mereka sudah kalah. karena keselamatan yang mereka peroleh yaitu dengan berhasilnya membunuh musuh mereka yaitu sang harimau.
Untuk merayakan kemenangan, masyarakat mengadakan pesta pora selama 1 minggu di kampung dengan memakan daging harimau yang telah masak, dan ratusan tempayan yang berisi arak yang mereka minum sambil menari.
HUJAN TIADA HENTI
Saat pesta berlangsung dan suasana begitu ramai, saat itu pula hujan mulai turun tiada henti selama 1 minggu pula, dari pagi sampai malam. Selama hujan tersebut tidak disangka-sangka melihat keanehan lainnya yaitu kodok-kodok yang berada di sungai pun naik kerumah dengan bergandengan tangan. Melihat hujan yang tiada henti, kemudian Moyang dan Goya memutuskan untuk naik ke atas bumbung/atap rumah sambil memukul gong yang mereka miliki dengan harapan hujan bisa berhenti.
ISTANA/RUMAH JADI BATU
Setelah sekian lamanya Moyang dan Goya memukul gong, namun yang terjadi justru sebaliknya hujan turun semakin deras dan semakin lama hujan yang turun menjadi hujan batu. Semakin banyak hujan batu yang turun di perkampungan mereka yang tiada henti dan muncul sebuah keajaiban yang ternyata istana, rumah dan perkampungan yang berada di sekitar wilayah tersebut berubah menjadi batu. Sebuah Istana/rumah panjang yang berubah jadi batu, mereka menyebutnya dengan nama 3 (istana) bersaudara jadi batu. yaitu Gora Betung, Gora Mirir dan Gora Moyang.
Selain ketiga istana tersebut juga terdapat Gora Sebeh dan Batu Gerit yang juga dahulu merupakan rumah yang menjadi batu. Dan masih banyak lagi peninggalan-peninggalan sejarah berupa rumah yang berubah menjadi batu di wilayah krayan. Namun, batuan tebing memanjang ini hanya ada didaerah hutan adat lokasi/desa Pa'Betung dan Long Api, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur.
Langganan:
Komentar (Atom)
Evaluasi Kritis dan Komprehensif Proses Penyusunan Karya Ilmiah: Perspektif Metodologis, Epistemologis, dan Etis dalam Arsitektur Pengetahuan Modern
Karya ilmiah merupakan manifestasi tertinggi dari aktivitas intelektual manusia yang bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, dan memverifi...
-
C. Variasi Gerak Dasar Manipulatif dalam Permainan Kasti 1. Variasi Gerak Manipulatif Melempar Bola Melambu...
-
Renang merupakan salah satu olahraga yang digemari banyak orang. Olahraga ini dapat menjadi sarana mengisi aktivitas positif dan...
-
Olahraga renang memiliki manfaat bagi diri sendiri. Selain menyehatkan tubuh, renang juga dapat merilekskan pikiran. ...

