BERBAGAI PERIBAHASA INDONESIA PART 1

PERIBAHASA

Peribahasa atau pepatah adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan dasar dalam berperilaku. Jika peribahasa berupa ungkapan yang sangat baik, maka disebut dengan istilah aforisme.


PERIBAHASA
ARTI
Berdiang di abu dingin Tidak mendapat apa-apa
Jadi abu arang Sudah usang atau basi
Kalah jadi abu, menang jadi arang Pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak manapun. Atau pertengkaran akan merugikan dari kedua belah pihak
Seperti abu diatas tanggul Tidak tetap kedudukannya
Terpanggang di abu hangat Mencampuri sesuatu atau urusan orang yang dapat menyusahkan diri sendiri.
Gila di abun-abun Mengharapkan sesuatu yang mustahil
Asal ada kecil pun pada Bila tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup
Tak ada rotan, akar pun jadi Semua barang dibuat menjadi berguna
Dimana ada gula disitu ada semut Biasanya orang yang kayalah selalu dikunjungi orang yang mengecap kenikmatannya.
Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan Susah senang ditanggung bersama
Ada udang dibalik batu Punya maksud yang terselubung
Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah Perbuatan hendaknya selalu mengingat aturan adat dan agama
Adat diisi, lembaga dituang Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan
Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak Jika ingin peroleh keuntungan hendaklah seseorang dapat menanggung kesusahan dalam satu pekerjaan.
Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung Segala sesuatu ada tata caranya.
Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam Orang muda harus sabar jika merindukan sesuatu, orang tua harus tabah bila ditimpa macam-macam cobaan.
Adat teluk timbunan kapal Meminta hendaklah kepada yang punya, bertanya hendaklah kepada yang pandai.
Lain yang diagak, lain yang kena Yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat.
Berkepanjangan bagai agam Perbuatan atau perkataan yang berlarut-larut
Air beriak tanda tak dalam Orang yang banyak bicara atau sombong, biasanya kurang ilmunya.
Print PDF

Contoh Makalah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan {Modul 4 - 6}


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Olahraga mempunyai peran penting bagi kesehatan tubuh maupun organ tubuh manusia lainnya. Dengan berolah raga maka kesehatan tubuh akan tetap terjaga. Oleh sebab itu menimbulkan kegemaran/ rasa suka untuk tetap berolah raga sangat perlu karna pada saat sekarang ini banyak sekali hal-hal lain yang mempunyai pengaruh sangat kuat untuk menimbulkan rasa malas dalam berolah raga, sehingga banyak saat ini di ciptakan berbagai macam bentuk permainan yang menarik yang intinya agar kita mau untuk berolah raga.

MAKALAH MATEMATIKA


Selamat bertemu lagi setelah sekian lama admin baru bisa melakukan postingan pada blog admin. berhubung banyak kendala terutama jaringan internet kemarin sempat terputus beberapa hari, jadi admin sempatkan untuk melakukan postingan mengenai makalah matematika.

Makalah ini admin buat sebagai salah satu tugas yang diberikan kepada saya untuk merangkum dari 3 modul yaitu modul 1-3 sesuai dengan pembagian yang telah diberikan dari tutor pembimbing. dalam makalah ini masih terdapat beberapa kesalahan yang perlu diperbaiki. tetapi admin tetap melakukan postingan supaya admin bisa tetap berbagi kepada para pengunjung setia blog serta para blogger.

Jadi, yang ingin mendownload atau memiliki makalah ini. admin tidak memberikan sedikit gambaran tentang makalah ini, admin hanya siapkan link download. filenya dalam format docx, jadi bisa di edit sesuai dengan kebutuhan.

Bapak Pendidikan Nasional (Ki Hajar Dewantara)

Situsartikel92.com, Pendiri Taman Siswa ini merupakan Bapak Pendidikan Nasional. Beliau lahir di Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889. Tanggal kelahiran beliau diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa ( di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 28 April 1959, dan dimakamkan di sana.

Beliau lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan tahun saka, berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Semenjak saat itu, beliau tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara  fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidup beliau benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Beliau menamatkan sekolah dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda). Setelah itu, beliau melanjutkan belajar di STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tetapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian, beliau bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masa itu, beliau tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat anti kolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai wartawan muda, beliau juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, beliau aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegera.

Jika artikel ini kurang jelas atau mungkin masih ada pertanyaan yang perlu di tanyakan, anda bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar yang terdapat pada akhir artikel ini. Untuk mudah mendapatkan notifikasi terkait artikel pada situs www.situsartikel92.com. Silahkan klik tombol ikuti pada bagian kanan atas dari artikel ini. Karena akan menyajikan berbagai artikel yang menarik.

Transformasi Literasi Keuangan Digital: Analisis Strategis Pengelolaan Finansial di Era Ekosistem Digital Indonesia

Paradigma Baru Literasi Keuangan dalam Arsitektur Ekonomi Digital Indonesia tengah berada di titik puncak transformasi digital yang mengubah...